PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Cara Mencangkok Lengkeng

Cara Mencangkok Lengkeng

Perbanyakan tanaman lengkeng dapat dilakukan dengan dua cara yaitu generatif dan vegetatif. Perbanyakan dengan cara generatif (seedling) bertujuan untuk menemukan varietas baru dan sebagai batang bawah (rootstock), hal ini disebabkan lengkeng termasuk open pollinated sehingga segregasinya tinggi. Sedangkan perbanyakan vegetatif diperuntukkan untuk budidaya tanaman.

Perbanyakan vegetatif salah satunya dilakukan dengan cara cangkok. Perbanyakan dengan cara cangkok mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah sifat yang diturunkan sama dengan induknya dan lebih mudah, sedangkan kelemahannya adalah tanaman ketika sudah besar akan mudah roboh dikarenakan berakar serabut dan tidak mempunyai akar tunggang.

Dikarenakan sifat yang diturunkan sama dengan induknya maka pemilihan induk yang akan dicangkok harus yang mempunyai produksi buah tinggi dan buah yang dihasilkan juga yang berkualitas tinggi. Jika sudah mendapatkan tanaman induk yang sesuai, tahapan selanjutnya adalah sebagai berikut :

  1. Bahan dan alat yang digunakan adalah media, plastik, tali rafia dan pisau.
  2. Memilih ranting yang lurus
  3. Mengerat/menghilangkan kambium secara melingkar pada batang dengan panjang 3-5 cm. Panjang ranting dari ujung daun sampai leher keratan minimal 50 cm.
  4. Biarkan selama 1-2 hari agar kambium yang masih menempel di kayu mengering.
  5. Rendam media yang akan digunakan ke dalam air.
  6. Memasang plastik tempat media dengan cara mengikatkan plastik di bawah batang yang dikerat.
  7. Memasukkan media ke dalam plastik kemudian diikat lagi.
  8. Jaga kelembaban media dengan menyiram jika media mulai mengering
Keberhasilan cangkok ditandai terbentuknya akar yang dapat dilihat dari luar. Apabila tidak terbentuk akar maka cangkok tidak berhasil, hal ini biasanya disebabkan masih adanya kambium yang menempel di kayu pada waktu mengerat sehingga kambium terbentuk kembali atau juga bisa disebabkan oleh median yang kurang lembab (kering). Selamat mencoba!

Buyung Al Fanshuri dan Supriyanto (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika)
Puslitbang Hortikultura