PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Embrio Somatik Durian

Embrio Somatik Durian

Tahapan perkembangan pertumbuhan embrio melalui jalur embriogenesis adalah induksi kalus embriogenik, induksi embrio somatik, pendewasaan embrio somatik, perkecambahan embrio somatik dan pembentukan plantlet.

Secara umum proses embriogenesis dibagi dalam dua tahap yaitu tahap induksi dan tahap ekspresi. Pada tahap induksi, sel-sel somatik akan mengalami proses embriogenik sehingga menjadi kompeten untuk terus berkembang menjadi sel-sel embriogenik.

Pada tahap fase ekspresi ini, kompetensi sel embriogenik terus berkembang dan berdeferensiasi menjadi embrio somatik. Proses induksi memerlukan pengaturan kondisi media seperti unsur makro-mikro, vitamin, hormon utama auksin, gula, dan inducer lain yang perlu dicari untuk setiap species. 

Faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pembentukan embrio somatik dan regenerasinya adalah zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin.

Pelaksanaan Induksi Embrio Somatik Durian terdiri dari: 

1. Eksplan yang digunakan: Bunga Durian yang masih kuncup

2. Sterilisasi
(a). Bunga yang masih kuncup dipanen dari pohonnya, dibawa dengan kantong plastik ke laboratorium, diletakkan di laminar air-flow untuk di rendam dalam larutan klorok 20 % selama 20 menit.
(b). Kemudian dibilas dengan akuades steril 3-4 kali, selanjutnya dicelup dalam laruta HgCl 0.01% selama 2 menit. 
(c). Selanjutnya bunga di potong bagian-bagiannya seperti mahkota bunga, tangkai sari dan ovari.

3. Inisiasi kalus. 
Inisiasi kalus tahap awal penanaman agar  eksplan memberikan respon positip, terpacu membentuk kalus. Kalus adalah sel-sel yang tumbuh tidak terorganisir, biasanya tumbuh disekitar bekas potongan eksplan atau permukaan eksplan. Pada umumnya komposisi media untuk menumbuhkan kalus mengandung ZPT  dari kelompok auksin (2,4-D, IAA, NAA) secara tunggal atau dikombinasikan dengan ZPT dari kelompok Sitokinin (BAP, Kinetin, 2-iP, TDZ ). Apabila kalus sudah tumbuh, kemudian subkultur ke media yang dapat memacu ke pembentukan kalus embriogenik. Kalus embriogenik adalah kalus yang mengarah ke pembentukan embrio. Pada umumnya kalus embriogenik ini bersifat remah, mudah lepas-lepas, berbentuk bulat dan permukaannya mengkilap. Eksplan dikulturkan pada media inisiasi kalus selama 8 minggu, dan dipelihara dalam ruangan tanpa cahaya. Komposisi media inisiasi kalus durian adalah MS + 3 ppm 2,4-D + 0.1 ppm BAP + 100 ml air kelapa.  

4. Induksi kalus embriogenik. 
Induksi kalus embriogenik ini adalah tahap untuk memperoleh kalus yang sudah mengarah ke pembentukan embrio, yang sel-selnya sudah mulai berdifferensiasi. Pada umumnya, komposisi media untuk induksi kalus embriogenik ini mengandung 2,4-D yang lebih rendah dari pada media inisiasi kalus. Selanjutnya untuk mendapatkan kalus embriogenik, maka kalus yang terbentuk di media inisiasi disubkultur ke media induksi kalus embriogenik. Kultur dipelihara dalam ruangan yang terkontrol bersuhu 25ºC ± 1ºC, dan penyinaran selama 8 jam perhari. Komposisi media induksi embriogenik durian adalah ½ MS (Nitrat) + 0.1 ppm 2,4-D + 0.1 ppm BAP + 20 g/l PEG800 + 2 mg/l Biotin + 30 g/l  Sukrosa. Selanjutnya kalus embriogenik yang diperoleh disubkultur ke media Induksi pembentukan embrio somatik.

5. Induksi pembentukan embrio somatik.
Kalus embriogenik akan membentuk embrio apabila berada di media yang cocok untuk membentuk embrio. Pada umumnya komposisi dan jenis ZPT untuk membentuk embrio ini memerlukan ZPT auksin dengan konsentrasi yang lebih rendah lagi dari pada untuk induksi kalus embriogenik. Komposisi media untuk pembentukan embrio somatik durian adalah ½ MS (Nitrat) +0.01 ppm 2,4-D + (0.1-0.5) ppm BAP + 50 g/l PEG8000.  

Setelah terbentuk embrio globular kemudian dipindah/ditransfer ke media pendewasaan, agar selanjutnya dapat terbentuk dan tumbuh calon akar dan calon tunasnya (Perkecambahan).

Tahapan perkembangan embrio somatik dimulai dari embrio tahap globular, kemudian berkembang menjadi tahap hati, selanjutnya tumbuh menjadi embrio tahap torpedo dan terus berkembang ke tahap pembentukan tunas dan akar atau disebut tahap perkecambahan. Tahap yang terakhir adalah tahap pembentukan plantlet dan pembesaran plantlet.(if)

Rahayu Triatminingsih - Balitbu Tropika