PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Formulasi Penolak Hama Pengerek Buah

Formulasi Penolak Hama Pengerek Buah

Bahan penolak hama ini berasal dari ekstrak daun sereh wangi (C. nardus) yang dicampur dengan parafin cair.

Parafin cair digunakan sebagai bahan pembawa agar bahan ekstrak tidak cepat menguap.

Minyak atsiri sereh wangi diperoleh dengan cara mengekstrak daun tanaman sereh wangi, daun diambil dengan cara dipetik dari pohonnya kemudian di ekstraksi.

Sebelum diekstrak, daun dikeringkan dulu dengan cara kering angin artinya daun dijemur tapi tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

Pengeringan dilakukan selama ± 5 hari.  Pengeringan dilakukan untuk menurunkan kadar air dalam daun agar kandungan minyak dalam daun dapat diekstrak secara maksimal kemudian dihaluskan dengan cara di blender.

Ekstraksi dilakukan dengan metode distilasi uap air selama 1-2 jam.  Minyak yang diperoleh ditampung dalam corong pemisah dan dipisahkan dari air.

Minyak yang diperoleh kemudian dicampur dengan parafin cair. Perbandingannya adalah 7 bagian volume minyak : 1 bagian volume parafin cair. 

Parafin cair berfungsi untuk memperlambat penguapan minyak atsiri sehingga tidak cepat habis. 

Formulasi tersebut kemudian diteteskan pada kapas yang kemudian digantungkan pada gelas air mineral yang diberi lubang pada samping kiri dan kanan.  

Gelas kemudian digantung pada pertanaman jeruk. Jarak antar gelas adalah sekitar 10 meter. Pemberian formulasi diulang setiap minggu sekali

Uap/aroma yang berasal dari minyak atsiri sereh wangi akan menolak/menghambat kedatangan hama penggerek buah ke pertanaman jeruk.

Cara aplikasi lain adalah formulasi minyak sereh wangi dengan konsentrasi 2 cc/l dilarutkan dalam air yang telah diberi bahan perata dengan konsentrasi 3-4 cc/l. 

Selanjutnya larutan diaduk hingga minyak sereh wangi membentuk emulsi dengan air, kemudian langsung disemprotkan ke tanaman target. (if)

sumber: Balitbu Tropika