PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Papita Agrihorti dan Golden Agrihorti, Varietas Yang Cocok Untuk Keripik

Papita Agrihorti dan Golden Agrihorti, Varietas Yang Cocok Untuk Keripik

Keripik kentang sudah dikenal oleh umum, walaupun produk olahan makanan ringan dari umbi kentang ini asal usulnya bukan berasal asli Indonesia, namun telah banyak dikembangkan oleh produsen lokal Indonesia dan konsumennya bukan hanya dari Domestik saja tetapi sudah mencapai pasar Internasional.

Budidaya umbi kentang di Indonesia banyak dilakukan oleh petani yang memiliki lahan di dataran tinggi antara 1000 sampai dengan 3000 meter dari permukaan laut, dan suhu tanam untuk jenis kentang harus dibawah 25 derajat celcius, juga curah hujan tidak boleh terlalu tinggi yang bisa menyebabkan umbi tanaman menjadi busuk. Saat ini sentra pembudidayaan kentang mulai tersebar di daerah daerah di Indonesia yang memiliki dataran tinggi.

Industri pengolahan kentang goreng di dalam negeri pun belum berkembang baik juga lantaran tersedia varietas yang cocok untuk dijadikan kentang goreng antara lain varietas yang dihasilkan Balitbangtan yaitu kentang varietas Papita Agrihorti dan calon varietas Golden Agrihorti.

Adapun Karakteristik dari Papita Agrihorti ialah merupakan persilangan kentang Atlantic x Granola dengan umur panen 110 hari setelah tanam. Bentuk umbi memanjang dengan warna kulit umbi kuning muda sedangkan warna umbinya kuning. Daya simpan umbi pada suhu ruang bisa mencapai 3 bulan, produktivitas di atas 20 ton/ha, kandungan karbohidrat 9,14 persen, kandungan gula reduksi 0,10 persen dan spesifik gravity 1,073 sehingga varietas tersebut memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai kentang goreng.

Sedangkan calon varietas unggulan lainnya adalah Golden Agrihorti. Calon varietas kentang tersebut menampilkan pertumbuhan dan hasil yang baik di sentra kentang Garut, Pangalengan dan Dieng. Di skala lapang, produktivitas Golden Agrihorti mencapai 25,0 ton/ha pada musim kemarau dan produktivitas pada musim penghujan dapat mencapai 30 ton/ha. Karakter lainnya dari varietas ini ialah kandungan karbohidrat 9,80, kandungan gula reduksi 0,04 dan Spesifik gravity 1,070 juga memnuhi syarat sebagai kentang goreng. Keunggulan lain dari varietas ini ialah tahan terhadap penyakit hawar daun sehingga dapat menghemat penggunaan fungisida. 

Dengan dirilisnya dua varietas kentang industri ini, industri kentang goreng dan berbagai industri berbahan baku kentang lainnya di dalam negeri bisa terbentuk dan mendongkrak perekonomian masyarakat tani.