PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Optimis Industri Kentang Lokal Berjaya, Papandayan dan Cikuray Farm Komitmen Terus Kembangkan Medians

Optimis Industri Kentang Lokal Berjaya, Papandayan dan Cikuray Farm Komitmen Terus Kembangkan Medians

(Garut,10/02/2020) Sejak dimulai tujuh tahun silam, kerja sama lisensi Kentang Medians milik Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian masih terus berlanjut dengan PT Central Horti Agro Makro Potato (CHAMP). Kentang Medians merupakan kentang industri yang memiliki keunggulan warna yang cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun. Mata tunas yang dangkal membuat Medians sangat cocok digunakan untuk bahan baku kentang industri utamanya keripik kentang.

Walau banyak keunggulan dari Medians, Khudori selaku Direktur PT CHAMP menuturkan terdapat kendala dalam melisensi kentang ini. Khudori menyampaikan bahwa di tahun 2019, PT CHAMP terpaksa membuang benih kentang Medians (dalam bentuk benih G0) yang telah dihasilkan namun tidak terjual karena tidak bisa tanam akibat musim kemarau panjang. Benih G0 kentang sendiri memiliki masa simpan yang cukup singkat, yaitu enam bulan sejak panen. Selain itu, pihak Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) sedang melakukan pembuatan meristem varietas Medians pada 2019 ke mitra, sehingga di tahun yang sama tidak tersedia plantlet. Sedangkan pada tahun 2020, PT CHAMP hanya bisa menjual plantlet atau stek, namun tidak dengan G0. Proses produksi benih G0 memakan waktu 12 bulan hingga siap jual.

Pada verifikasi lisensi yang dilaksanakan bersama Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Penelitian (KSPHP) Pusat Penelitian dan Pengembangan Horikultura (Puslitbanghorti), tim Balai Penelitian Sayuran (Balitsa), dan tim Balai Pengkajian Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Khudori menyampaikan rencananya untuk mengembangkan smart farming termasuk pengembangan pabrik untuk mengembangkan Medians ini. "Memang sudah eranya smart farming termasuk pengembangan pabrik dilaksanakan untuk bisa bersaing di era 4.0 ini," pungkas Rudi Hartono selaku Kabid KSPHP Puslitbanghorti sejalan dengan pernyataan Khudori.(IMNS/RH)