PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Dukung GRATIEKS, PUSLITBANGHORTI Panen Perdana Pisang Kepok Tanjung

Dukung GRATIEKS, PUSLITBANGHORTI Panen Perdana Pisang Kepok Tanjung

Solok (6 februari 2020). Dengan semangat mendukung gerakan tiga kali ekspor (GRATIEKS), Puslitbang Hortikultura melalui Balitbu tropika secara masif mendiseminasikan inovasi teknologi tanaman buah, salah satunya pisang kepok tanjung. Upaya masalisasi pisang tanpa jantung ini telah gencar dilakukan sejak pelepasannya di tahun 2009 hingga sekarang. 

Salah satu wilayah yang menjadi lokasi diseminasi pisang kepok tanjung adalah di Selayo, Kabupaten Solok tepatnya pada kelompok tani serba usaha. Keberhasilan pengembangan pisang kepok tanjung dikukuhkan dengan diselenggarakannya panen perdana pisang kepok tanjung mendukung Gratieks yang merupakan kerjasama antara Badan Litbang Pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan Bank Indonesia. Hadir pada acara tersebut adalah Bupati Solok, Ketua DPRD Kota Solok, Sekretaris Balitbangtan, Direktur Buah dan Florikultura, Direkur Bank Indonesia, Kepala PVT, Kepala Dinas pertanian, Dinas Pangan, Dinas Peridustrian tingkat 1 dan kabupaten solok, Kepala Balai Karantina, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala BPTP Sumbar, Direktur PT GGF, Direktur PT Surya Bioteknindo, dan pelaku agribisnis lainnya.


Dalam sambutannya, Kepala Balitbu Tropika menyampaikan bahwa inovasi merupakan kunci memenangkan persaingan global. Terobosan inovasi hanya dapat dilakukan apabila litbang berorientasi pada pemanfaatan permasalahan secara cepat dan pemanfaatan sumberdaya. Pisang kepok tanjung merupakan solusi musnahnya pisang kepok akibat penyakit layu. Sejumlah 1800 pisang kepok tanjung atau setara 1,5 ha telah dikembangkan di kelompok tani serba usaha dan 6 ha di Batu Palano. Selain itu juga telah terdapat penangkar dan produsen benih pisang kepok tanjung yang mana telah mampu memenuhi kebutuhan lokal dan memasok benih ke Kalimantan, Aceh dan Banten.

Pengembangan pisang kepok tanjung di wilayah ini dinilai oleh Bank Indonesia sebagai salah satu bentuk on farm conservation yang memiliki potensi mendukung ekonomi daerah. Dukungan BI pun diberikan dalam bentuk saung, musholla, toilet dan instalasi air. Demikian disampaikan oleh BI.

Direktur buah dan florikultura menyampaikan bahwa pengembangan pisang kepok tanjung di wilayah ini sejalan dengan program one region one variety yang tengah digalakkan oleh Ditjen Horti. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Balitbangtan mengharapkan Selayo berkembang sebagai kampung pisang dan menekankan pentingnya dukungan dari Pemda.

Dalam sambutannya, Bupati solok, H. Gusmal SE, MM menyambut baik pengembangan VUB pisang kepok tanjung yang telah menghidupkan kembali pisang yang telah punah. Acara diakhiri dengan simbolis panen perdana dan simbolis pembagian 1000 benih Pisang Kepok Tanjung untuk masyarakat. (RAN/RH).