PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Hardiyanto: Inovasi Teknologi Hortikultura Harus Melambangkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Hardiyanto: Inovasi Teknologi Hortikultura Harus Melambangkan Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Ketersediaan benih bermutu sangat strategis karena merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan dalan usaha budidaya hirtikultura. Penyediaan benih hortikultura harus direncanakan sehingga kebutuhan benih untuk pengembangan kawasan dapat terpenuhi tepat pada waktunya. 

Guna pemenuhan kebutuhan benih tersebut, Puslitbang Hortikultura menyelenggarakan Workshop Sinkronisasi Program Perbenihan Hortikultura 2020 dengan tema: Akselerasi Penyediaan Benih Bermutu Mendukung Peningkatan Ekspor Hortikultura dilaksanakan 19 Desember 2019 di Puslitbang Hortikultura melibatkan berbagai pihak terkait sebagai narasumber.

Tema ini sejalan dengan Program Kementerian Pertanian Tahun 2020 yang disampaikan Menteri Pertanian pada berbagai kesempatan bahwa ekspor komoditas pertanian harus kita tingkatkan tiga kali lipat pada tahun 2020.

Kepala Phslitbang Hortikultura Dr. Hardiyanto pada sambutan pembukaannya mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan bahwa arah pengembangan pertanian Indonesia harus maju, mandiri dan modern. Inovasi teknologi hortikulturah yang kita sebarluaskan dan kita kembangkan disamping harus melambangkan ketiga hal di atas juga pengembangannya harus masiv. 

Puslitbang Hortikultura Tahun 2020  diberi mandat untuk membuat benih sumber berbagai komoditas hortikultura seperti apel, lengkeng, jeruk, manggis, durian, alpokat, bawang merah, bawang putih dan lain lain. BPTP diharapkan  bisa memproduksi dan menyebarluaskan keberadaan benih tersebut kepada stakeholders diseluruh wilayah Indonesia sehingga Program Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ekspor tiga kali lipat Tahun 2020 bisa terwujud.

Peran lembaga riset sangat penting dalam mengatasi permasalahan benih, Pengembangan varietas unggul hortikultura  masih terkendala oleh keterbatasan benih bermutu sehingga perlu dilanjutkan. Massalisasi varietas unggul baru yang dihasilkan Balitbangtan harus sampai ke masyarakat. 

Selama kurun waktu 1984-2019 Puslitbanghoti melalui balit-balit telah menghasilkan 10 VUB cabai, 22 VUB bawang merah, 4 VUB bawang putih, dan 33 VUB Jeruk, selain itu, pada tahun 2019 telah memproduksi  50.200 kg benih sumber bawang merah; 

Sinergi program pengembangan hortikultura antara Balitbangtan dengan Ditjen Hortikultura mulai dirintis sejak dicetuskannya Program Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura 2010 – 2014.

Sinergi pengembangan hortikultura antara Puslitbang Hortikultura dengan BBP2TP / BPTP mulai intensif sejak 2012.

Balitbangtan mendapat penugasan untuk memproduksi benih sebar sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 726/Kpts/KB020/12/2015 tentang Penugasan Balitbangtan Dalam Rangka Perbanyakan Benih/Bibit Sebar Komoditas Strategis yang Bermutu untuk Percepatan Diseminasi Varietas Unggul. Penugasan tersebut akan berkahir pada 31 Desember 2019. Degan demikian kegiatan produksi benih sebar yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 agar diupayakan ada payung hukumnya.

Produksi benih sebar hortikultura oleh Balitbangtan (Puslibanghorti dan BBP2TP/BPTP) adalah dalam rangka  mendukung pengembangan kawasan pertanian nasional yang sudah ditetapkan sesuai Permentan Nomor 472/2018  tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional. Maka hal penting yang harus diperhatikan adalah adanya sinergi dilapang dengan direktorat teknis, dinas teknis di daerah, dan BPTP. 

Pada tahun 2020 alokasi anggaran untuk produksi benih sumber hortikultura adalah senilai Rp 5,405 M dengan target produksi benih sumber adalah : 
1) Benih Sumber Sayuran 81.000 kg,G0 (kentang : 40.000 G0, cabai : 100 kg, bawang merah : 34.400 kg,  bawang putih : 6.000 kg, dan  sayuran lainnya : 500 kg)
2) Benih Sumber Buah Tropika 15.000 btg (mangga: 4.000 btg, manggis: 2.000 btg, durian : 1.000 btg, pisang:4.200 btg, alpukat: 3.000 btg, salak dan sirsak masing-masing 300 btg);
3) Benih tanaman hias: 5.000 planlet anggrek dan 360.000 stek krisan
4) Benih sumber jeruk dan buah subtropika : 4.000 btg, 

Pada tahun 2020 Badan Litbang Pertanian telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,543 M yang tersebar di 19 BPTP untuk memproduksi benih sebar bawang merah, bawang putih, cabai, kentang, mangga, manggis, durian, jeruk  Apel, dan lengkeng. 

Produksi benih hortikultura oleh Balitbangtan (Puslibanghorti dan BBP2TP/BPTP) adalah dalam rangka  mendukung pengembangan kawasan pertanian nasional yang sudah ditetapkan sesuai dengan Permentan Nomor: 472/2018  tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional. Maka hal penting yang harus diperhatikan adalah adanya sinergi dil apang dengan direktorat teknis terkait, dinas teknis di daerah, dan BPTP. 

Dalam uapaya untuk mempercepat proses diseminasi dan adopsi teknologi hasil litbang hortikultura, maka diperlukan komitmen Direktorat Teknis  teknis terkait dalam upaya mengembangkan VUB Hortikultura yang dihasilkan oleh Balitbangtan.

Terdapat enam makalah pendukung  program perbenihan hortikultura yang disampaikan oleh berbagai narasumber dari berbagai instansi terkait meliputi: 1). Program Perbenihan Ditjen Hortikultura 2020, 2). Dukungan BBP2TP dalam program perbenihan hortikultura 2020, 3). Kebijakan pelepasan varietas lokal tanaman hortikultura, 4). Inovasi teknologi perbenihan dan budidaya bawang merah, bawang putih dan cabai merah, 5). Inovasi teknologi perbenihan dan budidaya jeruk, dan 6). Inovasi teknologi perbenihan dan budidaya tanaman buah. (Uq 2019).