PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Yasin Limpo: Inovasi Mangga Harus Mampu Penuhi Kebutuhan Mangga Dunia

Yasin Limpo: Inovasi Mangga Harus Mampu Penuhi Kebutuhan Mangga Dunia

Mangga (Mangifera indica L) merupakan salah satu buah tropika yang digemari masyarakat Indonesia. Komoditas ini berpontensi meningkatkan kesejahteraan petani karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan menjadi salah satu primadona ekspor buah segar dari Indonesia. Volume produksi mangga di Indonesia saat ini 2,2 juta ton, menduduki posisi kelima sebagai produsen mangga dunia setelah India, China, Thailand, dan Meksiko. namun volume ekspornya masih rendah yakni sekitar dua sampai lima persen. Sentra produksi mangga terbesar ada di Pulau Jawa dengan Jawa Timur berkontribusi sebesar 75,76% dari total produksi mangga nasional (Kementerian Pertanian, 2018). Varietas mangga Arumanis dari Jawa Timur dan Gedong Gincu dari Jawa Barat telah diekspor ke beberapa negara seperti Hongkong, Singapura, Belanda, dan Arab Saudi. 

Ekspor yang rendah dipengaruhi beberapa faktor pembatas seperti iklim, skala usaha kecil disamping terbatasnya luasan lahan yang adaptif terhadap pertumbuhan dan produksi mangga.  Sistem agribisnis mangga agar berjalan baik, harus tersedia pasar yang mampu menerima produk yang dihasilkan. Terkait dengan hal tersebut, persyaratan pasar baik kuantitas maupun kualitas produksi merupakan kendala yang harus ditindaklanjuti. Saat ini tuntutan mutu produk pangan dalam perdagangan dunia terus meningkat. Mutu buah segar merupakan kombinasi dari karakteristik kimia, nilai gizi, sifat sensoris, sifat fisik, mekanis dan fungsional yang memberi nilai bagi produk segar sebagai bahan pangan. Selain itu, parameter keamanan pangan (misalnya kontaminasi bakteri pathogen, residu pestisida, residu logam berat) dapat mempengaruhi perilaku konsumen terkait produk tertentu.

Strategi pengembangan agribisnis mangga. Dengan memperhatikan dinamika permintaan pasar serta kondisi proses produksi mangga saat ini, menjadikan inovasi teknologi sebagai upaya utama untuk merealisasikan potensi, dan managemen pasar. Strategi pengembangan yang diterapkan merupakan optimasi pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan daya saing agribisnis buah mangga antara lain melalui perbaikan varietas dan perakitan varietas baru yang disertai dengan teknologi produksi, pasca panen dan pemasaran serta penerapan teknik budidaya mangga yang benar di tingkat produsen. Sampai beberapa tahun kedepan ekspor mangga masih bertumpu pada mangga Arumanis dan Gedong gincu untuk pasar Asia dan Timur Tengah. Untuk memenuhi pasar Eropa, Amerika, dan Australia diperlukan varietas mangga berkulit kuning atau kemerahan seperti mangga Garifta dan Agri Gardina. 

Peningkatan kinerja ekspor buah mangga dapat dilakukan melalui penerapan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi melalui penerapan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir meliputi teknik produksi, penanganan pasca panen, pengolahan dan di tingkat distribusi hingga produk sampai ke tangan konsumen. Berkenaan dengan hal itu,  langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain a) penerapan cold chain dan sistem sortasi serta grading secara menyeluruh mulai dari produsen sampai konsumen sehingga kualitas buah dapat terjaga dengan baik; b) menerapkan teknologi off season agar bisa memenuhi kebutuhan mangga saat negara lain tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar; c) penerapan sistem pertanian ramah lingkungan; d) mempelajari secara detail persyaratan konsumen baik pasar domestic/internasional dan menghasilkan varian produk olahan mangga yang bisa diterima konsumen; e) pelaku agribisnis mangga dan pemegang kebijakan lebih serius/intensif untuk melakukan promosi  produk segar dan olahan mangga ke target pasar; sehingga data ini digunakan sebagai dasar untuk menghasilkan produk segar dan olahan mangga; dan f) terbangunnya jaringan antar pelaku agribisnis mangga sehingga data terkait kepentingan agribisnis mudah diakses dan ditindaklanjuti Balitbang Pertanian.

Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo pada sambutan pembukaan Pekan Inovasi Mangga 15 November 2019 di Pasuruan menyampaikan bahwa pertaian Indonesia harus lebih maju dari negara lain di dunia karena kita dianugrahi alam yang subur dan matahari yang bersibar sepanjang tahun. Pertanian Indonesia juga harus mandiri dan modern, pertanian  Indonesia tidak saja  mampu memenuhi kebutuhan pasar tapi juga keinginan pasar. Tidak ada lagi sedekah gratis melainkan  apa yg dikeluarkan negara harus ada hasilnya untuk rakyat. Jawa timur  harus jadi pilar Pertanian di Indonesia. Jadikan Pekan Inovasi Mangga Nasional sebagai cikal bakal pekan mangga bersekala dunia.

Yasin Limpo pada acara tersebut juga melaunching VUB anggur sekaligus  memberikan nama “Janetes SP 1”pada Calon Varietas Unggul Baru anggur di IP2TP Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Anggur yang di launching ini memiliki keunggulan rasa yang manis, krispi/renyah dan tidak mudah rontok. Produktivitas buah ini mencapai 25kg/pohon. Tanaman ini adaptif di dataran rendah. (Uq)