PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Partisipasi Puslitbang Hortikultura Mewakili Indonesia dalam ISTF 2019 di Viet Nam

Partisipasi Puslitbang Hortikultura Mewakili Indonesia dalam ISTF 2019 di Viet Nam

International Symposium on Tropical Fruits (ISTF), dilaksanakan pada tanggal 24-26 September 2019, di Liberty Central Saigon Riverside Hotel, Ho Chi Minh City, Vietnam. Symposium ini merupakan kerjasama antara International Tropical Fruits Network (TFNet) and the Ministry of Agriculture and Rural Development (MARD) Viet Nam. 

Symposium yang bertemakan “Recent advances and best practices to improve productivity and enhance market access for tropical fruits" ini mempunyai tujuan:  1) Merakit penelitian ilmiah terbaru, perkembangan teknologi, best practices, dan inovasi produk; 2) Mendiskusikan bagaimana penelitian-penelitian terkini dapat berkontribusi terhadap peningkatan akses pasar buah-buahan tropis; 3) Menilai peluang pemasaran buah-buahan tropis; 4) Mendiskusikan kebijakan yang mempengaruhi industri buah tropis; dan 5) Sebagai sarana untuk berbagi informasi mengenai buah tropika di antara peserta dari berbagai negara diantaranya Indonesia, Viet Nam, Malaysia, Thailand, China, India, Fiji, Australia.

Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal dari Ministry of Agriculture and Agro-based Industry Malaysia yang sekaligus sebagai chairman dari TFNet, yaitu Mr. Mohd. Sallehhuddin Hassan. Dilanjutkan dengan Keynote session, yang menampilkan dua pembicara yaitu Ms. Sabine Altendorf dari FAO dengan judul paper “The outlook of the global tropical fruit industry: current and future trends” dan Mr. Steve Nguyen Duc Phuong Nam dari WOWTRACE Viet Nam dengan judul paper “Real-world blockchain applications and the future of supply chain traceability  in Viet Nam. 

Dalam presentasinya Ms. Sabine Altendorf menyampaikan mengenai perkembangan industri buah tropika yang dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan yang tinggi dan persepsi mengenai kesehatan di negara-negara berkembang telah mendukung perkembangan positif dalam permintaan global untuk buah-buahan tropis. Kemajuan yang cepat dalam teknologi produksi yang didikung oleh teknologi informasi, dibutuhkan oleh petani (smallholder) untuk meningkatkan  efisiensi dalam produksi dan rantai pasok. Penerapan blockchain untuk meningkatkan rantai nilai dapat menyediakan transparansi dan keterlacakan (traceability) suatu produk, sehingga menjadi strategi produksi dan pemasaran terutama berkaitan dengan buah-buahan tropis yang bernilai tinggi dan sangat mudah rusak.

Presentasi Mr. Steve Nguyen Duc Phuong Nam dari WOWTRACE Viet Nam, menyampaikan mengenai perkembangan pesat blockchain dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak aplikasi yang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah dunia, termasuk perlindungan keamanan pangan, keterlacakan rantai pasokan dan sebagainya. Dalam membangun sistem rantai pasok yang berkelanjutan di Viet Nam, dengan menggabungkan tren yang berkembang dari teknologi blockchain dan industri rantai pasok vietnam, WOWTRACE dapat meningkatkan integritas data, transparansi operasi dan penelusuran keseluruhan ke rantai pasokan di Viet Nam.

Pada ISTF 2019 ini, peserta Puslitbang Hortikultura menampilkan presenter oral yaitu:
  1. Dr. Ellina Mansyah (ITFRI, Indonesia) dengan judul makalah “Accelerating Indonesian tropical fruits development through seed production and distribution program”
  2. Dr. Sukartini (ITFRI, Indonesia) dengan judul paper “The evaluation of RGAs on two wild Musa species against Fusarium wilt disease”
  3. Ms. Nirmala Devy (ICSFRI, Indonesia) dengan paper “Evaluation and challenges in implementation of citrus shoot tip grafting (STG) technology in Indonesia”
  4. Ms. Ni Luh Putu Indriyani (ITFRI, Indonesia) dengan paper “Evaluation of heterosis value and potential  ratio on fruit characters of mango hybrids”
  5. Ms. Puspitasari (ICHORD, Indonesia) dengan paper “Indonesia mango development: a research and development perspective to capture the opportunities and face the challenges in global trade era”
Selain itu, Puslitbang Hortikultura juga berpartisipasi dalam menampilkan poster yaitu:
  1. Affandi, Celia dela Rosa Medina, Luis Rey Ibanez Velasco, Pio Arestado Javier, Dinah Pura Tonelete Depositario, Ellina Mansyah, Hardiyanto, & Rahmat Fitrianto (ITFRI, Indonesia) dengan judul “Preference of Scirtothrips dorsalis hood on several phonological stages of mango Arumanis 143: implication for control”.
  2. Sri Hadiati, Sukartini, Riry Prihartini, and Ellina Mansyah (ITFRI, Indonesia) dengan judul “Phylognetic relationships among several salacca (Salacca spp.) using Random Amplified Polymorphic DNA”
  3. Puspitasari, Yunimar, and Yudi Sastro (ICHORD, Indonesia) dengan judul “Huanglongbing (HLB) rapid detection kit dissemination: success story in Koto Tinggi, West Sumatra, Indonesia”.
Pada sesi terakhir diskusi panel dengan tema Agriculture 4.0: Application for tropical fruits?, menampilkan Ms. Sabine Alterdorf, Prof. I. Made Supartha Utama (Universitas Udayana), dan Ms. Warangkana Bodinthanapat sebagai pembicara dan Mr. Yacob Ahmad sebagai moderator. Salah satu pembahasan adalah mengenai bahwa negara-negara penghasil buah tropis harus fokus pada peningkatan daya saing produk, dan meningkatkan kemampuan teknologi mereka untuk memastikan industri ini siap dengan Industrial Revolution 4.0. Dekade terakhir telah melihat langkah besar dalam pengembangan inovasi baru di bidang pertanian seperti AgriTech, smart farming dan precision farming, yang melibatkan pengintegrasian teknologi ke dalam pertanian dan komponen lain dari rantai nilai untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi limbah, meningkatkan manajemen hama dan penyakit, mempertahankan kualitas, memperpanjang umur simpan dan untuk mempertahankan permintaan konsumen. 

Pada hari terakhir, peserta juga diajak untuk melakukan field trip dengan mengunjungi kebun buah naga, prosessing house buah naga, dan pasar tradisional buah tropika di Viet Nam.