PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Gandeng Mitra Swasta, Puslitbang Hortikultura Diseminasikan Inovasi Teknologi

Gandeng Mitra Swasta, Puslitbang Hortikultura Diseminasikan Inovasi Teknologi

Tak lagi sebatas perjanjian kerjasama (PKS), puslitbang hortikultura kini telah merealisasikan komitmen untuk bekerjasama dengam PT TARU TAMA NUSANTARA (PT TTN). Menindaklanjuti penandatanganan PKS antara Puslitbang hortikultura dengan PT TTN, pada bulan mei 2019 telah didistribusikan benih dari Balitsa kepada PT TTN meliputi Bayam Giti Hijau, Bayam Giti Merah, Cabai Ciko, Cabai Lingga, Cabai Tanjung 2, KP Panjang KP-1, mentimun mars, mentimun Litsa Hijau, tomat Mutiara dan tomat Opal, TSS Trisula, Buncis Tegak Balitsa-1, Buncis Tegak Balitsa-2, Buncis Tegak Balitsa-3, Buncis Rambat Horti-1, Buncis Rambat Horti-2 dan Buncis Rambat Horti-3 dan cabai Lembang 1.

Membuktikan komitmennya, maka pada 26 september 2019 Puslitbang Hortikultura melakukan kunjungan dalam rangka pemantauan kerjasama ke PT TTN. Bapak Tri Ronny Yuswanto selaku Direktur Operasional, Bapak Guntaryo Endarto selaku Direktur Pengembangan Bisnis, Bapak Bambang Hariyanto selaku Direktur Madani Agro Sejahtera, dan Bapak Iryono selaku Direktur Produksi menyambut baik dan berkenan untuk berdiskusi intensif terkait pengembangan benih sayuran tersebut. PT TTN telah menanam semua benih kiriman Balitsa. Jajaran direksi PT TTN bahkan memuji performa sayuran dari Balitsa. Ke depannya mereka tertarik untuk melakukan scalling up pengembangan benih sayuran tersebut khususnya kacang panjang merah dan buncis tegak balitsa 1. Kacang panjang merah dinilai unik dan dipercaya akan memiki niche market sendiri. Sementara buncis tegak balitsa 1 memiliki performa yang mirip dengan buncis blue lake yang banyak diminati masyarakat Internasional khususnya Jepang. Tidak heran jika PT TTN optimis varietas balitsa ini bisa menembus pangsa ekspor. 

Selain sayuran, PT TTN juga telah menanam pisang roti, pisang kepok tanjung dan durian dari Balitbu. Sementara untuk komoditas jeruk telah ditanam jeruk siam madu, keprok madura dan keprok batu 55 dari Balitjestro. Selanjutnya PT TTN mengharapkan adanya pendampingan dari Balitsa untuk budidaya cabai dan Balitbu untuk budidaya durian.