PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Genjot produksi benih pisang bermutu, Balitbu Tropika berdayakan penangkar

Genjot produksi benih pisang bermutu, Balitbu Tropika berdayakan penangkar

Minat masyarakat untuk mengembangkan dan berbisnis komoditas buah lokal semakin meningkat, ditandai dengan tingginya permintaan benih. Pisang merupakan salah satu komoditas buah tropika yang permintaan benihnya sangat banyak, terutama varietas kepok tanjung. Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu Tropika) membina penangkar melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Sumatera Barat. Balitbu Tropika telah memproduksi 625.000 benih aneka buah tropika. Benih-benih tersebut sebagian besar telah didistribusikan dan diterima dengan antusias oleh masyarakat. Sampai saat ini produksi benih tanaman buah, tak terkecuali pisang terus berjalan, baik oleh Balitbu Tropika, Balai Benih maupun Dinas Pertanian dan swasta.

Keunggulan Kepok tanjung adalah Kepok Tanjung merupakan jenis tanaman pisang yang tidak memiliki bunga jantan atau jantung, atau singkatan dari tanpa jantung. Salah satu keunggulan pisang ini adalah tidak mempunyai jantung, dengan demikian tidak diperlukan lagi pekerjaan membuang jantung seperti pada tanaman pisang pada umumnya. Pembuangan jantung dilakukan untuk mencegah penularan penyakit layu bakteri secara alami yang disebarkan oleh serangga. Varietas ini merupakan solusi dan dapat menggantikan pisang kepok biasa yang rentan terhadap penyakit layu bakteri.

Keunggulan lainnya, tidak seperti pisang kepok lainnya yang terasa asam, varietas ini manis dengan kandungan total padatan terlarut (TSS) sebesar 2930% Brix, produksi tinggi (20-30 ton/ha). Kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mensukseskan program pengembangan komoditas pisang kepok tanjung ini. Penangkar/kelompok penangkar benih bermutu sangat penting dalam penyediaan benih unggul bersertifikat. Pembentukan dan pembinaan penangkar benih pisang merupakan solusi dalam mengatasi kelangkaan ketersediaan benih pisang. 

Karenanya, Balitbu Tropika menggandeng BPSB Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, untuk bersama sama melakukan pendampingan dalam menumbuhkan dan mengembangkan penangkar benih pisang kepok tanjung tersebut. BPSB selaku institusi pemerintah yang diberi wewenang untuk melaksanakan tugas pengawasan dan sertifikasi benih, telah membantu mempercepat registrasi 200 rumpun pohon induk dan proses pelabelan benih.

Produksi benih pisang merupakan salah satu bentuk bioindustri paling sederhana yang dapat diterapkan di masyarakat dan dapat mempercepat hilirisasi teknologi Balitbangtan sampai ke masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini penangkar benih dapat memetik keuntungan secara langsung dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.