PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Memetakan Jabatan ASN Berdasarkan ABK

Memetakan Jabatan ASN Berdasarkan ABK

Dalam rangka pemenuhan perkembangan reformasi birokrasi diperlukan kelengkapan data SDM sebagai faktor pengungkitnya. Salah satu dari data SDM tersebut adalah peta jabatan yang harus disusun berdasarkan analisis beban kerja (ABK).

Kepala Puslitbang Hortikultura pada arahan saat membuka Bimtek Analisis Beban Kerja tanggal 13 Mei 2019 di Kantor Puslitbang Hortikultura menyampaikan  bahwa ASN harus multi talenta, ASN harus mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya jangan hanya terpaku pada satu atau dua bidang pekerjaan saja. Hal ini penting dalam rangka mendukung program pemerintah untuk merasionalisai PNS/ASN yang ada. Kapus juga menyinggung tentang persentasi tenaga pendukung atau tenaga administrasi yang jauh lebih besar dari tenaga utama sebagai lembaga penelitian. Idealnya menurut Kapus jumlah tenaga pendukung tidak lebih dari 30% saja. Hal lain yang juga mendapat perhatian dari Kapus adalah fungsi tenaga kontrak itu adalah membantu ASN bukan sebaliknya. Sebab ASN telah mendapatkan fasilitas atau penghasilan yang jauh lebih banyak dari tenaga kontrak.

abag TU dan Kasubag KPRT sebagai narasumber Bimtek Analisis Beban Kerja (ABK) mencoba melakukan simulasi dan pemaparan terkait bagaimana cara menyusun ABK lima tahun kedepan.

Menurut narasumber jumlah hari kerja dalam satu tahun (setelah dipotong libur dan cuti) adalah 235 hari dengan jam efektif 5 jam dan 15 menit per hari atau 1.233 jam per tahun.

Apabila sebuah kegiatan atau pekerjaan didalam  penyelesaiannya membutuhkan waktu dua kali lipat dari waktu yang tersedia pertahunnya maka kita diperbolehkan untuk mengusulkan satu orang tenaga tambahan. Sebaliknya apabila pekerjaan tersebut bisa dituntaskan di bawah atau sama dengan 1.233 jam dalam satu tahun berarti kita tidak perlu melakukan
tambahan tenaga.

Peta Jabatan berdasarkan ABK direncanakan akan disosialisasikan ke Belit  lingkup Puslitbang Hortikultura sehingga diharapkan pada pertengahan Mei pengisian ABK sudah bisa rampung dan bisa segera di serahkan ke Badan Litbang pertanian guna pembahasan lebih lanjut. (Uq).