PUSLITBANG HORTIKULTURA   
Foto untuk : Berbagi Ilmu, Berbagai Pengalaman, Belajar Budidaya Durian Bersama

Berbagi Ilmu, Berbagai Pengalaman, Belajar Budidaya Durian Bersama

Durian merupakan buah tropika penuh sensasi. Setiap pemilik pohon selalu punya harapan besar dapat panen buah berkualitas tinggi, namun sering kali justru kecewa karena rasa buah yang hambar, mengkal, bahkan tidak sempat panen karena bunga dan bakal bunga buah rontok semua.

Memilih varietas durian merupakan bagian yang sangat penting, bahkan bagi sebagian orang bisa menjadi masalah yang utama. Karena hal ini berkaitan langsung dengan nilai ekonomi. Durian yang memiliki atribut kualitas tinggi dihargai oleh pasar sangat tinggi, yang pada akhirnya mendorong pekebun untuk membudidayakannya. 

Secara umum varietas durian dikatakan unggul bila memiliki karakter rasa manis-legit sedikit pahit, daging tebal (porsi edible > 30%), biji kempes/kecil, tekstur daging lembut dan kering, warna daging kuning sampai oranye, bobot buah 2-3 kg. Karakter lain yang dapat lebih meningkatkan nilai ekonominya antara lain : tahan simpan, tahan penyakit, dan produksi tinggi. 

Disamping karakter fisik tanaman, faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan untuk memilih varietas durian adalah : lokasi (agroklimat) asal pohon induk, kemudahan akses pasar, preferensi konsumen yang dituju, produk akhir yang disasar, model pemasaran, dan lainnya.

Sampai saat ini sebanyak 97 varietas unggul telah didaftarkan di Kementerian Pertanian. Beberapa diantaranya dapat menjadi pilihan, antara lain : Durian Pelangi Atururi, Salisun, Nanga, Matahari, Sitokong, Lai Mahakam, dan lainnya.

Berkaitan dengan berbagai persoalan di atas dan dalam rangka akselerasi  diseminasi inovasi Balitbangtan, Puslitbang Hortikultura menyelenggarakan Bimtek Budidaya Durian tanggal 24-25 April 2019 di Gedung Kantor Puslitbang Hortikultura Bogor.


Bimtek diikuti tidak kurang dari 220 peserta meliputi petani, peneliti, pakar, pengusaha, praktisi, pedagang. Pecinta durian dan lain-lain. Bimtek Budidaya Durian menghadirkan narasumber para pakar durian tanah air seperti Dr. Reza Tirtawisata (Yayasan Durian Nusantara), Dr. Panca Jarot Santoso (peneliti Balitbu Tropika), Catur D. Mirzada (pakar pupuk dan hara tanaman), dan H. Aris (pekebun durian dari Kalimantan).


Seta Rukmalasari pada sambutan pembukaan mewakili Kepala Puslitbang Hortikultura menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas animo dan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi untuk bersama-sama memajukan perbuatan Nusantara khususnya durian. Ini dibuktikan sebagaimana laporan Dr. Panca Jarot saat mengawali bimtek tersebut. Menurut Jarot peserta bimtek yang semula direncanakan hanya 80 orang saja ternyata membludak menjadi 220 orang hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.