PUSLITBANG HORTIKULTURA   

Workshop Dukungan pada Pengembangan Taman Science Pertanian dan Taman Techno Pertanian Lingkup Puslitbang Hortikultura

Senin, 29 Jun 2015 - 10:01:32 WIB | dilihat: 710 pengunjung

Workshop Dukungan pada Pengembangan Taman Science Pertanian dan Taman Techno  Pertanian Lingkup Puslitbang Hortikultura
Dalam rangka untuk mrndukung pelaksanaan TTP dan TSP diperlukan pemahaman konsep dasar dan falsafah TTP serta TSP secara komperhensif. Untuk itulah diperlukan adanya workshop untuk menyatukan pemahaman dan falsafah, agar tujuan dan hasil akhir dari kegiatan ini dapat terwujud.
Workshop dukungan Puslitbang Hortikultura terhadap pengembangan TTP dan TSP Kementrian Pertanian bertujuan untuk merumuskan dukungan formal lingkup Puslitbang Hortikultura terhadap pelaksanaan program TSP dan TTP, serta memberikan arahan kepada para peneliti dalam melaksanakan tugas sebagai tim teknis TTP-TSP agar memberikan kontribusi yang optimal terhadap kinerja TTP-TSP sesuai perannya masing-masing. Workshop dihadiri oleh 60 peserta peneliti anggota tim tekhns program TTP dan TSP, pejabat structural lingkup Puslitbang hortikultura, para narasumber yang terdiri dari Sekretaris Balitbangtan yang diwakili oleh Kapustaka, Sesditjen Hortikultura, Dr. Djoko Nugroho dari ITB dan anggota FKPR.
Dalam Workshop ini didapatkan beberapa rumusan, diantaranya:
  • Sesuai Undang-undang No. 13 Tahun 2010 terntang Hortikultura dan peraturan Mentri Pertanian No 50/Permentan/OT.140/8/2012 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian, bahwa pengembangan komoditas Hortikultura dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kawasan yang mengintegrasikan semua segmen usaha dari hulu sampai hilir dalam skala industry dengan memperhatikan keunggulan wilayah yang didukung oleh fasilitas infrastruktur dasar, penyediaan sarana produksi, pasca panen, pemasaran, serta berbagai keperluan pendukungnya. Program dukungan inovasi dalam pengembangan kawasan Agribisnis Hortikultura memiliki nilai strategis ditinjau dari aspek pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Penerapan program dukungan inovasi dalam kawasan selama 5 tahun terakhir terbukti mampu mengembangkan “model usaha industry hortikultura berbasis inovasi dalam ikatan kelembagaan yang efektif dan berkelanjutan sebagai embrio bisnis bagi penumbuhan agribisnis pada skala kawasan”. Kini beberapa model dukungan inovasi tersebut siap dikukuhkan sebagai pengungkit pembangunan ekonomi daerah. Mengingat dampaknya yang positif tersebut, program dukungan inovasi dalam pengembangan kawasan agribisnis akan terus dilaksanakan dan dikembangkan hingga mampu menjadi salah satu program unggulan Kementrian Pertanian dalam 5 tahun ke depan
  • Program DPKAH dilaksanakan sejalan dengan program TTP dan TSP Kementrian Pertanian untuk memperkuat pembangunan usaha Agribisnis Hortikultura d tanah air. Konsep dasar DPKAH memiliki kemiripan dengan TTP dalam hal pelaksanaannya di lapangan yang menggunakan prinsip pengembangan komunitas yang terintegrasi (Integrated farming system). Di dalam pengembangannya, DPKAH dapat dipersiapkan menjadi program TTP dengan terlebih dahulu melengkapi persyaratan yang diperlukan, termasuk menyusun formalitas organisasi pelaksana, menyediakan infrastruktur dasar. Mengembangkan wahana Hilirisasi inovasi tekhnologi hortikultura melalui proses magang, pelatihan dan inkubasi bisnis bagi calon pelaku usaha dan memperkuat kelembagaan untuk menjamin keberlanjutan dan kemandirian
  • Mulai tahun 2015 Balitbangtan berperan aktif dalam membangun dan mengembangkan Taman Sains dan Teknologi Pertanian (TSTP) sebagai tindak lanjut arahan NAwa Cita President Republik Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019. TTP dan TSP dilaksanakan untuk mendapatkan terobosan untuk memperderas arus inovasi pertanian kepada masyarakat. Pengembangan Taman Sains Pertanian (TSP) dilakukan di 5 lokasi kebun percobaan, sebagai wahana penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan inovasi pertanian sekaligus sebagai show window dan tempat peningkatan kapasitas pelaku pembangunan pertanian termasuk penyuluh dan petani. Sedangkan Taman Teknologi Pertanian (TTP) dibangun di 16 Kabupaten/ Kota, sebagai wahana implementasi inovasi aplikatif spesifik local dari hulu ke hilir dengan melibatkan stakeholder terkait. Disamping itu, dikembangkan pula Taman Sains dan Teknologi Pertanian di komplek penelitian pertanian Cimanggu Bogor, yang berskala nasional.
  • Dalam rangka mendukung pelaksanaan TTP dan TSP diperlukan pemahaman konsep dasar dan falsafah TTP dan TSP secara komperhensif. Dukungan terhadap TSP dan TTP dapat dilakukan terhadap semua tahapan implementasi pelaksanaan kegiatan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, serta program pendampingan berkelanjutan TSP/TTP. Pada tahap perencanaan, dukungan dapat diberikan terhadap pemilihan lokasi yang mengacu pada kriteria yang ditetapkan, pencanaan dan pelaksanaan baseline survey, penusunan model rancang bangun yang didalamnya berisi plan dan rencana aksi, sosialisasi model rancang bangun dan penyusunan kebutuhan anggaran. Pada tahap pelaksanaan, dukungan dapat diberikan dalam bentuk partisipasi implementasi rancang bangun dengan menggunakan 3 pendekatan, yaitu pendekatan social budaya, ekologi dan ekonomi. Selain itu di dalam pelaksanaannya kegiatan memperhatikan sinergi dan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat. Dukungan lainnya diberikan pada tahap monev untuk mengamati konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan
  • Puslitbang Hortikultura perlu proaktif dalam penyusunan Rancang Bangun kegiatan TSP dan TTP yang melibatkan komoditas hortikultura dan pengembangan Agribisnis. Pendampingan pada kegiatan TTP dan TSP mutlak diperlukan untuk keberhasilan melalui (1) dukungan pelaksanaan pelatihan TOT hulu-hilir, (2) penyediaan benih sumber hortikultura untuk pengembangan pembenihan (sayuran) lebih lanjut, dan (3) pendampingan rutin di lapangan dari pelaksanaan monevnya.
  • Indikator keberhasilan TSP daan TTP perlu ditetapkan secara detail dan terukur yang meliputi aspek penggunaan input, proses, output, outcome, benefit dan dampak antar pihak yang terlibat dalam proses pengembangan TTP dan TSP. Keberhasilan dan keberlanjutan dari TSP dan TTP dapat dimonitor dari diterapkannya tekhnologi inovasi tersebut oleh masyarakat luas dalam skala ekonomi sehingga terbentuk system agribisnis yang berjalan dengan baik yang berujung pada peningkatan pendapatan