PUSLITBANG HORTIKULTURA   

Workshop Dukungan pada UPSUS Peningkatan Produksi Cabai dan Bawang Merah

Rabu, 29 Jul 2015 - 09:32:29 WIB | dilihat: 563 pengunjung

Kepala Puslitbang Hortikultura Dr. Prama Yufdy didampingi Kabid KSPHP membuka secara resmi Workshop Dukungan Pada UPSUS Peningkatan Produksi Cabai dan Bawang Merah 28 Juli 2015 di Bogor

Permasalahan dan tantangan pembangunan hortikultura yang sering mengganggu stabilitas ekonomi makro adalah cabai dan bawang merah. Kedua komoditas ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia terutama pengaruhnya terhadap terjadinya inflasi harga akibat tidak stabilnya pasokan bulanan komoditas tersebut terutama di musim hujan. Badan Litbang ditugaskan mendukung UPSUS pengembangan cabai dan bawang merah tersebut dari segi inovasi teknologi dan kelembagaannya. Puslitbang Hortikultura mengkordinasikan pelaksanaan Badan Litbang dalam menghimpun kapasitas unit kerja dan unit pelaksana teknis lingkup Badan Litbang dalam fungsi pemanfaatan hasil penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian.

Pada sambutan pembukaan workshop Kepala Puslitbang Hortikultura mengatakan bahwa UPSUS cabai dan bawang merah harus mampu mensinergikan Dukungan Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (DPKAH) dan perbenihan cabai dan bawang merah. Ada empat jurus atau upaya menangkal kekurangan bawang merah di Indonesia yaitu; (1) Penanaman bawang merah di luar musim (off season), (2) Optimalisasi pemanfaatan keberagaman ekosistem Indonesia, (3) Penyediaan benih secara mandiri, dan (4) Penanganan pascapanen secara tepat (penyediaan gudang penyimpanan disentra-sentar produksi), demikian Prama Yufdy.

Sementara pada laporan pelaksanaan workshop Kabid KSPHP Ir. Sulusi Prabawati, MS mengatakan bahwa ada empat tujuan diadakannya Workshop Dukungan Pada UPSUS  Peningkatan Produksi Cabai dan Bawang Merah yaitu; (1) Melakukan inventarisasi jenis ekosistem dari seluruh lokasi pelaksanaan UPSUS Cabai dan Bawang Merah, (2) Menginventarisir teknologi budidaya, pascapanen dan alat mesin pertanian yang diperlukan pada jenis ekosistem tersebut yang ada di lingkup Badan Litbang Pertanian, (3) Merumuskan pola pemberdayaan hasil penelitian lingkup Badan Litbang Pertanian menjadi bahan inovasi yang efektif di setiap lokasi pelaksanaan UPSUS, dan (4) Merumuskan peran BPTP dalam mendukung pelaksanaan UPSUS Cabai dan Bawang Merah di provinsi masing-masing dalam kordinasi dengan Puslit, Balai Besar dan Balai penelitian terkait.

Workshop diikuti Kepala/perwakilan BBP2TP, BB Pascapanen, BB Mektan, BBSDLP, Direktorat Teknis terkait, BPTP (26), Balit lingkup Puslitbang Hortikultura, dan peneliti terkait.

Materi workshop meliputi; (1) Program Peningkatan Produksi Cabai dan Bawang Merah oleh Direktur Budidaya dan Pascapanen Sayuran, (2) Karakteristik dan Kesesuaian Lahan dan Agroklimat pada Lokasi UPSUS dan Sistem Irigasi Mendukung UPSUS Cabai dan Bawang Merah oleh Ka BBSDLP, (3) Karakteristik dan Kesesuaian Teknologi Budidaya Cabai dan Bawang Merah di Lokasi UPSUS oleh Ka Balitsa, (4) Alsin Irigasi Mendukung UPSUS Cabai dan Bawang Merah oleh Ka BB Mektan, dan (5) Teknologi Pascapanen Mendukung UPSUS Cabai dan Bawang Merah oleh Ka BB Pascapanen dan Ka BB Mektan